Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan kelincahan dengan keterampilan menggiring bola dalam permainan sepak bola pada pemain UNRI FC. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi sekaligus sampel berjumlah 25 pemain dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kecerdasan emosional, tes kelincahan menggunakan dogging run, dan tes keterampilan menggiring bola. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson setelah memenuhi uji normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kecerdasan emosional dengan keterampilan menggiring bola dengan nilai korelasi 0,433 dan signifikansi 0,001. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara kelincahan dengan keterampilan menggiring bola dengan nilai korelasi 0,547 dan signifikansi 0,002. Secara simultan, kecerdasan emosional dan kelincahan memiliki hubungan yang signifikan dengan keterampilan menggiring bola dengan nilai koefisien korelasi 0,617 dan signifikansi 0,003. Kesimpulannya, semakin baik kecerdasan emosional dan kelincahan pemain, maka semakin tinggi pula keterampilan menggiring bola. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan aspek fisik dan psikologis dalam meningkatkan performa pemain sepak bola.
Referensi
Alyadi, A., & Fadhil, M. (2023). Hubungan kecerdasan emosional dengan keterampilan bermain sepak bola pada atlet SMA. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 19(2), 120–130.
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Aristianto, A., & Sapulete, S. (2020). Analisis keterampilan dasar sepak bola pada pemain pemula. Jurnal Keolahragaan, 8(1), 45–52.
Bismar, B., & Sudiadharma, S. (2020). Emotional intelligence and dribbling skills in soccer players. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 19(1), 55–63.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS (Edisi terbaru). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Goleman, D. (2016). Emotional intelligence. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Goleman, D. (2016). Kecerdasan emosional. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Goleman, D. (2016). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. New York: Bantam Books.
Ismaryati. (2008). Tes dan pengukuran olahraga. Surakarta: UNS Press.
Maksum, A. (2020). Metodologi penelitian dalam olahraga. Surabaya: Unesa University Press.
Muchtar. (2018). Sepak bola: Teknik dasar bermain. Jakarta: Depdikbud.
Permadi, A. (2019). Pengaruh model latihan fisik dan kecerdasan emosional terhadap keterampilan sepak bola. Jurnal Olahraga Prestasi, 15(2), 89–98.
Prasetyo, Y., & Siswantoyo. (2018). Validitas dan reliabilitas tes fisik olahraga. Jurnal Keolahragaan, 6(1), 23–30.
Rahmani, M. (2019). Analisis teknik dasar sepak bola modern. Jurnal Pendidikan Jasmani, 7(1), 1–10.
Saputro, D. (2018). Pengukuran kelincahan dalam olahraga. Jurnal Sport Performance, 4(2), 67–74.
Soejono. (2019). Sepak bola: Teknik dan strategi bermain. Jakarta: Depdikbud.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suharno. (2017). Ilmu kepelatihan olahraga. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta.
Wahyudi, W. (2021). Hubungan kecepatan dan kelincahan dengan kemampuan menggiring bola. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 17(2), 140–148.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
