Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik pemain sepak bola klub Penyalai FC Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemain Penyalai FC Pekanbaru yang berjumlah 15 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kondisi fisik yang meliputi beberapa komponen, yaitu kekuatan (sit up), daya tahan otot (push up), kecepatan (lari sprint), kelincahan (Illinois agility test), daya ledak otot, kelentukan (sit and reach), serta daya tahan (Multistage Fitness Test/MFT). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes langsung di lapangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dalam bentuk persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik pemain sepak bola Penyalai FC Pekanbaru berada pada kategori yang bervariasi, dengan sebagian besar pemain berada pada kategori cukup hingga baik, namun masih terdapat beberapa komponen kondisi fisik yang belum optimal, terutama pada daya tahan dan komponen tertentu lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi fisik pemain perlu ditingkatkan melalui program latihan yang lebih terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemain.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik pemain Penyalai FC Pekanbaru belum sepenuhnya berada pada kategori optimal, sehingga diperlukan evaluasi dan peningkatan program latihan untuk menunjang performa pemain secara maksimal.
References
Amiq, F. (2014). Futsal: Sejarah, teknik dasar, dan strategi permainan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Aryasatya, R. P., Handayani, S., Ghozali, D. A., & Wiyono, N. (2024). Hubungan indeks massa tubuh dengan VO₂max dan indeks kebugaran pada pemain sepak bola. Plexus Medical Journal, 3(3). https://doi.org/10.20961/plexus.v3i3.618
Bahtra, R., Crisari, S., Dinata, W. W., Susanto, N., & Andria, Y. (2023). VO₂max in soccer players: Comparison of interval training and continuous running. Journal of Sport Science and Education,8(1), 46–53. https://doi.org/10.26740/jossae.v8n1.p46-53
Bompa, T. O., & Haff, G. G. (2009). Periodization: Theory and methodology of training (5th ed.). Champaign, IL: Human Kinetics.
Budiwanto, S., et al. (2022). Analisis kondisi fisik atlet sepak bola. Jurnal Keolahragaan Indonesia, 12(2), 101–110.
Harsono. (2015). Kepelatihan olahraga: Teori dan metodologi. Remaja Rosdakarya.
Irmansyah, I., et al. (2024). Analisis VO₂max siswa pada kelas keterbakatan sepak bola. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 20(1), 45–52.
Luxbacher, J. (2004). Soccer steps to success. Champaign, IL: Human Kinetics.
Nosa, A. S., & Faruk, M. (2013). Survei tingkat kebugaran jasmani pada pemain sepak bola. Jurnal Prestasi Olahraga, 1(1), 1–10.
Prasetya, K., & Mardhika, R. (2025). Evaluating aerobic endurance in soccer academy players through VO₂max assessment. Journal of Sport and Exercise Science, 8(1), 34–41. https://doi.org/10.26740/jses.v8n1.p34-41
Putra, F. K., & Priyono, B. (2026). Analisis peran daya tahan kardiorespirasi (VO₂max) terhadap performa atlet sepak bola: Tinjauan pustaka sistematis. SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga, 7(1), 391–399. https://doi.org/10.46838/spr.v7i1.1050
Sajoto, M. (1998). Peningkatan dan pembinaan kondisi fisik dalam olahraga. Semarang: Dahara Prize.
Santika, I. G. P. N. A. (2015). Pentingnya kebugaran jasmani dalam olahraga. Jurnal Pendidikan Jasmani, 3(1), 1–10.
Santika, I. G. P. N. A., et al. (2020). Tingkat kondisi fisik atlet sepak bola. Jurnal Keolahragaan, 8(2), 120–130.
Sardiyan, S., Juita, A., & Aspa, A. P. (2025). Tinjauan daya tahan pemain sepak bola UNRI FC. Journal Sport Science Indonesia, 4(4), 51–57. https://doi.org/10.31258/jassi.4.4.51-57
Setyawan, T., & Junaidi, S. (2023). Profil kondisi fisik wasit sepak bola PSSI Kabupaten Kendal. Journal of Sport Science and Fitness, 8(2). https://doi.org/10.15294/jssf.v8i2.58816
Sheppard, J. M., & Young, W. B. (2006). Agility literature review: Classifications, training, and testing. Journal of Sports Sciences, 24(9), 919–932.
Stølen, T., Chamari, K., Castagna, C., & Wisløff, U. (2005). Physiology of soccer. Sports Medicine, 35(6), 501–536.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Wahyudi, A. N., Perdana, J. A., Dony, G. W., & Razzi, F. (2024). Analisis tingkat VO₂max pemain sepak bola berdasarkan posisi bermain. Jurnal Sport Coaching and Education, 8(1). https://doi.org/10.21009/JSCE.08104
